IBU


oleh : Makau Sampale
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
( Q.S : Al Ahqaaf ayat 15)

sebuah do’a yang di haturkan anak menjadi simpanan tuk kelak menjadi orang tua yang nntinya memiliki anak-anak yang Soleh dan Soleha (Insya Allah)…
Ingat Perjuangan Orang Tua (IBU) saat hamil-menglahirkan…
kita (permepuan) juga nntinya seperti itu.
Ingat Perjuangan seorang ayah, demi kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga.
kita (laki-laki) juga nantinya seperti itu !!!

jangan cuma saat Hari Ibu, baru do’a di haturkan !!!
apaka nnt saat hari ayah, baru do’a juga di haturkan..
hmm… apakah ada hari ayah ??

Semoga kita semua menjadi anak yang soleh dan soleha !!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MISTERI WALI ALLAH


“Maha Suci Allah yang tidak menjadikan dalil (tanda), bagi para wali-Nya, kecuali sebagai tanda pengenalan dengannya. Tidak akan sampai kepada mereka, kecuali orang yang dikehendaki akan menyampaikannya kepada Allah.”

Tidak ada dalil atas Allah, selain Allah sendiri, dan tidak ada selain Allah yang bisa menyampaikan seorang hamba kehadirat-Nya, kecuali Allah STT. sendiri. Begitu pula mengenai para wali Allah. Allah SWT tidak memberi tanda atau bukti yang menunjukan bahwa mereka itu wali. Sehingga tidak ada orang yang mengetahui bahwasanya seorang wali itu adalah wali. Seorang wali pun tidak memberikan tanda-tanda bahwa dia adalah wali. Apalagi orang lain, tentu dia tidak akan bisa menunjukan tanda-tanda atau ciri-ciri bahwa seorang wali itu adalah wali. Derajat kewalian merupakan anugerah yang khusus dan istimewa yang semata-mata anugerah Allah yang diberikan kepada seseorang yang dikehendaki-Nya sebagai wali. bahkan tidak semua orang yang telah mencapai ma’rifat yang tinggi dapat mengetahui bahwa seorang wali itu adalah wali Allah, melainkan wali.
Oleh sebab itu Abdullah Al-Mursyi berkata : “Mengetahui wali Allah itu lebih sulit daripada mengenal Allah. Karena Allah SWT. dikenal dan diketahui dengan sifat-sifat kesempurnaan dan keindahan yang serba Maha. Sementara untuk mengetahui bahwa seorang itu wali, lebih sulit karena, ia berpenampilan sebagaimana manusia, ia makan sebagaimana kita makan dan minum sebagaimana kita minum. Apabila Allah mengkhendaki untuk memberitahukan kepada anda bahwa seseorang itu wali, maka Allah akan melenyapkan wujud kemanusiaannya di hadapan anda, sehingga yang anda saksikan adalah kekhusuan dan keistimewaan yang dianugerahkan Allah kepadanya.”

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah berfirman : “Para wali-Ku di bawah naungan-Ku, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang wali, kecuali Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya. Supaya ia langsung juga mengenal kepada Allah dan kebesaran-Nya yang diberikan kepada seorang manusia yang dikhendaki-Nya.”

Abu Ali-Jurjay berkata : “Seorang wali itu adalah orang yang fana (lenyap) dalam kondisi keabadian (baqa’) dalam musyhadah dan melihat Tuhan. Allah yang mengatur segala-galanya, maka karena itu berturut-turut datang kepadanya nur Illahi.”
Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa mereka yang mengakui Rabbunullah (Tuhan kami Allah), lalu istiqanah, memegang teguh komitmen keimanannya, tidak berubah oleh situasi dan kondisi apapun. Dari itu merekelah yang merasa hidup aman tidak takut dan tidak berduka cita di dunia dan akherat.

Sebagaimana firman Allah SWT. dalam

QS.Fushshilat : 30. yang artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan :”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

QS. Yunus : 62, yang artinya :
“Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

diangkat dari Kitab :
Menyelam ke Samudera Ma’rifat dan Hakekat
oleh Syekh Akhmad Ibnu Athaillah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment